Kegelisahanku

Selama ini yang saya takuti adalah diri saya sendiri bukan orang lain.

Saya takut menjadi diri saya yang sebenarnya.

Saya takut bila saya menunjukkan siapa saya orang lain takkan mau bersama saya dan pada kenyataannya saat saya menunjukkan siapa saya yang sebenarnya, mereka malah menjauhi saya. Saya tahu sebenarnya yang saya butuhkan itu kasih sayang dan peluapan emosi. Entah kapan terakhir kali saya meluapkan emosi saya tapi yang pasti awal kegundahan dan perubahan saya terjadi saat saya harus pindah dari Bogor ke Bekasi. Saya tidak ingin pergi dari tempat yang paling saya sukai.. Saya suka katedral di dekat sekolah saya. Tempat paling indah menurut saya. Tempat saya bisa berdoa dan mengagumi Tuhan dan sekaligus arsitektur gedung itu. Katedral Santa Perawan Maria Bogor. Itulah namanya.. Dulu saya bahkan tidak tahu namanya, belakangan ini baru saya tahu.

Tempat yang begitu teduh di pagi dan siang hari. Di tangga gerej itu pula saya kehilangan berbagai jenis btol minuman saya yang berujung dengan kemarahan mama. Di tempat yang membius saya waktu itu, anak perempuan kecil berumur 5 tahun dengan rambut pendeknya.

Namun saya harus menerima kenyataan bahwa saya sekeluarga harus pindah ke Bekasi dan saya tidak tahu bahwa perasaan saya yang sebenarnya ialah saya tidak ingin pindah dari Bogor.. Dan saya mulai lupa bagaimana caranya meluapkan kekesalan dan kesedihan itu.

Saya selalu membuat benteng, membuat batas antara diri saya dan kenyataan diri saya dan diri saya sendiri. Dan saya selalu sadar bahwa yang sya takutkan selama ini ialah sya takut disakiti. Saya terlalu rapuh untuk diri saya sendiri. Saya tahu konyol kedengarannya, tapi itulah yang saya rasakan. Mungkin banyak orang akan menganggap saya bodoh, kekanak-kanakan, dan kata-kata negatif lainnya, tapi memang kenyataan yang ada ialah seperti itu. Saya takut menghadapi diri saya, orang lain, dan seharusnya ini tidak terjadi. Saya tidak percaya diri, saya tergantung pada orang lain. Rasanya benar-benar menyedihkan menurutku.

Hal lain ialah bahwa aku sadar aku mudah melewatkan hal yang terjadi padaku tapi apa yang terjadi padaku tidak akan pernah bisa kulupakan. Saat orang lain menyakitiku, aku akan melupakan masalah itu dalam sehari tapi aku akan selalu mengingat kejadian itu seumur hidupku. Aku bingung entah mengapa hal ini terjadi, tapi aku merasa ini membuat diriku sakit dengan membiarkannya berlanjut. Tapi aku tidak tahu cara menghilangkan kebiasaan ini.

Aku bingung dan lebih tepatnya takut dan krisis kepercayaan diri. Aku tidak ingin hal ini menghancurkanku.Ya Tuhan tolong lah saya ini yang lemah dan tidak mampu. Tolonglah saya dan pergumulan hidup saya ini Tuhanku. Beri tahu kan lah caranya kepadaku. Aku sudah mendengar sabdaMu yang membukakan pikiranku, namun aku heran mengapa pikiranku selalu membawaku kembali ke masalah diatas ini ya Tuhan. Ya Bapa ampunilah diriku ini, Ampunilah saya Tuhan. Sertai daku dalam setiap jalanku Ya Bapa. Amin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s