Hujan

Hujan

Hujan…

Gerimis lalu hujan,

Bulir-bulir air itu kini menetes ke permukaan tanah

Memberikan kekuataannya pada setiap benda yang di sentuhnya.

Hujan…

Mengalir, tertumpah di daratan ini,

menggenangi jalan, memenuhi sungai dan laut, merasuk kedalam tanah,

Sebagian bumi bersorak senang, sebagian lagi meratapi sedih.

Entah mengapa tidak bersyukurnya mereka yang benci dengan hujan

Hujan menciptakan lebih dari genangan air,

ia menciptakan sesuatu bernama “banjir”

Sesuatu yang di benci manusia,

Namun itu bukan sepenuhnya salah hujan.

Hujan hanya mengikuti perintahNya untuk turun kebumi.

Membagi air ke bumi, mengisi cadangan air bagi pepohonan,

Memenuhi sungai dan lautan yang sudah menguap,

melembabkan bumi dan mendinginkannya.

Jika banjir tiba, itu bukan karena hujan.

Itu karena manusia.

Para anak Adam dan Hawa, membuat bumi ini sakit.

Mereka tidak merawatnya, tapi menghancurkannya.

Mereka yang memunculkan banjir secara tidak langsung.

Jadi jangan benci hujan.

Hujan adalah berkah Tuhan yang tak terkira,

Berkah yang turun untuk semua mahkluk ciptaanNya.

Sang Esa tidak memilih-milih saat Ia menurunkan hujan.

Ia memberi pada setiap orang, bagi yang baik

dan bagi yang jahat.

Ia menjaga dan merawat manusia apapun kekurangan dan kelebihan mereka,

walau mereka terkaadang lalai.

Hujan tetap turun untuk membasahi bumi dan mencurahkan berkat dariNya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s